Berita terkini dari berbagai sumber di indonesia baik dari politik, ekonomi mapun budaya serta berita terbaru lainnya di sumbar tv live
SUMBAR LIVE TV, TERDEPAN MENGABARKANIndeks
Berita  

Wisuda Angkatan XXXV, STIT Syekh Burhanuddin Dorong Pengembangan Menjadi Institut

Padang, Sumbarlivetv – STIT Syekh Burhanuddin Pariaman gelar Rapat Senat terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan XXXV Tahun Akademik 2025/2026 di Hotel Pangeran Beach, Kamis (24/09/26).

Wisuda tersebut dihadiri ketua Yayasan Islamic Center Syekh Burhanuddin Pariaman, Prof. Dr. Duski Samad M.Ag., Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, SH., MH, para kuli tinta dan undangan terkait lainnya.

Sebanyak 80 orang mahasiswa yang diwisuda hari ini terdiri dari 47 Prodi Pendidikan Agama Islam, dan 33 orang Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, ujar ketua STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, Dr. Neni Triana, MA kepada awak media seusai acara wisuda. Alhamdulillah, kedua program studi tersebut saat ini akreditasinya Baik Sekali.

Pengembangan program studi terus dilakukan. STIT Syekh Burhanuddin Pariaman telah membuka Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI).

Program tersebut diluncurkan pada 1 September 2026 dan telah mulai menerima mahasiswa baru. Perkuliahan perdana dijadwalkan dimulai pada 26 September 2026, kata Neni.

Neni juga menyampaikan, insyaallah tanggal 26 September sudah mulai perkuliahan untuk Magister PAI. Selain S2 PAI, dua program studi baru juga tengah diproses di Kementerian Agama, yakni S1 Manajemen Haji dan Umrah serta S1 Hukum Keluarga Islam.

Kita berharap tahun depan izin operasional untuk dua program studi tersebut sudah keluar, sebagaimana S2 Pendidikan Agama Islam.

Menurut Neni, pengembangan program studi tersebut merupakan bagian dari upaya STIT Syekh Burhanuddin Pariaman meningkatkan kapasitas kelembagaan sekaligus memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat, khususnya di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, ungkapnya.

Dan kita berharap kedepannya STIT Syekh Burhanuddin Pariaman dapat berkembang menjadi institut setelah memenuhi persyaratan dan memperoleh izin dari Kementerian Agama, mudah-mudahan dengan izin Kementerian Agama kita bisa menjadi institut, harapnya.

STIT Syekh Burhanuddin Pariaman juga memberikan perhatian terhadap mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi melalui sejumlah program beasiswa.

Beasiswa tersebut di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Kementerian Agama dengan penerima sekitar 52 mahasiswa setiap angkatan. Selain itu, terdapat beasiswa Baznas Provinsi sebanyak 30 orang per tahun, beasiswa dari pemerintah kota, serta beasiswa pemerintah kabupaten sebanyak 20 orang, agar mahasiswa yang kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan sampai tamat,” jelas Neni.

Neni mengatakan, sejak tahun2022 pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia dan Thailand.

Kerja sama tersebut meliputi praktik mahasiswa, pengabdian dosen serta benchmarking atau studi banding terkait pengelolaan perguruan tinggi.

Di samping mahasiswa praktik, juga ada pengabdian dosen dan benchmarking dengan kampus-kampus di Malaysia dan Thailand,” tuturnya.

Pesan saya kepada alumni yang baru wisuda, mudah-mudahan bisa berkarya sesuai dengan profesionalnya sebagai guru Pendidikan Agama Islam maupun Pendidikan Islam Anak Usia Dini,

Menurut Neni, para lulusan juga diharapkan tetap membawa nilai-nilai dan tradisi Syekh Burhanuddin sebagai kekhasan perguruan tinggi tersebut.

“Itu adalah kekhasan kita sebagai perguruan tinggi agama Islam dan menjadi pembeda dengan kampus lainnya,” pungkasnya.(Bunga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *