Agam–Sumbarlivetv.id,Turunnya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) menyeret performa saham emiten sawit di Indonesia ke zona merah. Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) paling dalam, ambles 12,54% ke posisi Rp1.360 per saham.
Sektor konsumen primer yang menaungi saham-saham CPO mencatat pelemahan terdalam hingga 1,44%, bersaing dengan sektor transportasi yang turun 1,42%. Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk kontrak pengiriman Februari ditutup di MYR 4.061 per ton, turun 1,1% dibanding perdagangan sebelumnya.
Kabar dari Malaysia memperparah tekanan. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) melaporkan stok minyak sawit November mencapai 2,84 juta metrik ton, naik 13% dari bulan sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam 6,5 tahun.
Pasokan berlebih ini membuat harga CPO berpotensi ambruk lebih dalam. Dampaknya, saham-saham sawit lain ikut berguguran: LSIP jatuh 8,4% ke Rp1.150, TAPG turun 6,74% ke Rp1.385, STAA ambles 5,38% ke Rp1.320, hingga AALI drop 4,15% ke Rp7.500.
Liputan :Eky Afriady



