Berita terkini dari berbagai sumber di indonesia baik dari politik, ekonomi mapun budaya serta berita terbaru lainnya di sumbar tv live
SUMBAR LIVE TV, TERDEPAN MENGABARKANIndeks

Selamat Hari Ayah…Aku bangga menjadi Anak Mu

Pasaman Barat Sumbar Livetv – Di saat memperingati hari Ayah…. seorang Anak yang masih duduk di bangku sekolah SMA 3 Sumbar mencurahkan Perasaannya kepada Ayah nya dengan rasa haru, bahagia, dan bangga Rabu, 12/11/2025

Dalam sebuah komentar nya “Thazkiya” menyampaikan “selamatt harii ayahh🥰🥰” di saat momen ini adalah hari yang tepat untuk menyampaikan sebuah Curhatan isi hati nya kepada Ayah yang sangat ia sayangi.

Jujur, iya bukan tipe anak perempuan yang gampang bilang “sayang” atau “terima kasih.”

Iya malah sering ngelawan, ngejawab, atau pura-pura nggak denger waktu Ayah ngomong. Kadang iya sengaja pasang wajah datar biar kelihatan nggak peduli, padahal dalam hati iya lagi mikir keras tentang kata-kata Ayah.

Karena diam-diam, setiap kata Ayah itu selalu nyangkut di kepala iya, kayak bekas yang nggak bisa hilang.

Dulu iya sering kesel waktu Ayah marah.

Rasanya nggak adil. Kenapa sih iya yang disalahin terus, padahal iya cuma pengen dimengerti.

Tapi sekarang, setelah iya mulai ngerti gimana kerasnya dunia, iya baru sadar semua yang Ayah lakuin itu bukan karena nggak sayang, tapi karena terlalu sayang.

Ayah cuma nggak pengen anak perempuannya terluka, nggak pengen iya jatuh di tempat yang sama kayak orang lain yang Ayah pernah lihat gagal.

Ayah cuma pengen iya belajar dari hal kecil, sebelum dunia ngasih pelajaran yang lebih kejam.

Iya masih inget banget, waktu kecil Ayah yang paling semangat ngajarin iya banyak hal sampai sekarang

Tapi waktu iya jatuh, Ayah nggak langsung nolongin. Ayah cuma bilang, “Bangun sendiri, bisa itu.”

Waktu itu iya marah, iya nangis, iya ngira Ayah tega banget.

Tapi sekarang iya ngerti… ternyata dari situ Ayah ngajarin iya berdiri sendiri.

Ngajarin kalau hidup itu nggak selalu ada yang bantuin, tapi selama iya mau coba lagi, iya nggak akan jatuh selamanya.

Ayah nggak mau anak perempuannya tumbuh lemah.

Ayah mau iya bisa berdiri tegak, bisa melindungi diri, dan nggak mudah hancur cuma karena satu kegagalan.

Dan pelajaran itu, Ayah… iya bawa sampai sekarang.

Sekarang iya udah gede, Ayah.

Udah bisa ngambil keputusan sendiri, udah bisa hidup agak jauh dari rumah.

Tapi anehnya, semakin jauh iya melangkah, semakin sering iya ngerasa kehilangan.

Tiap kali lihat rambut Ayah yang mulai memutih, atau tangan Ayah yang udah nggak sekuat dulu, iya ngerasa kayak ditampar keras.

Iya sibuk tumbuh, tapi lupa kalau Ayah juga menua.

Iya sibuk ngejar mimpi, tapi lupa kalau mimpi Ayah dari dulu cuma satu lihat iya bahagia.

Kadang iya kangen masa kecil. Masa di mana Ayah selalu jadi tempat iya pulang setiap kali takut, setiap kali gagal, setiap kali dunia terasa terlalu besar buat iya hadapi.

Sekarang, meski iya udah jauh, kadang iya masih nyari rasa aman itu. Tapi iya tahu, rasa aman itu cuma ada di satu tempat: di sisi Ayah.

Ayah, iya gengsi ngomong begini langsung.

Iya takut malah nangis duluan, terus Ayah cuma ketawa

Tapi lewat tulisan ini, iya cuma mau bilang… makasih, Ayah.

Makasih buat semua hal yang iya nggak sempat ucapin satu-satu.

Buat semua perjuangan yang iya bahkan nggak tahu ceritanya.

Buat setiap keringat yang nggak pernah iya lihat, tapi iya rasain hasilnya.

Buat jadi tembok paling kuat di saat dunia rasanya mau runtuh.

Iya tahu, Ayah capek.

Kadang iya lihat dari cara Ayah duduk diam di ruang tamu, dari tatapan jauh Ayah yang nggak iya ngerti isinya.

Tapi Ayah tetap tersenyum, tetap pura-pura kuat, seolah semuanya baik-baik aja.

Dan itu yang bikin iya paling sedih karena iya tahu, di balik senyum itu, ada beban yang nggak pernah Ayah ceritain ke siapa pun.

Ayah, iya janji.

Iya akan terus berjuang, bukan buat orang lain, tapi buat Ayah bangga.

Biar suatu hari nanti Ayah bisa duduk santai, lihat iya dari jauh, dan bilang dalam hati, “akhirnya, anak perempuanku bisa.”

Biar semua lelah Ayah, semua pengorbanan Ayah, berubah jadi rasa lega dan senyum kecil yang paling indah.

I love you ayahh iya tetap anak perempuan kecil Ayah,

yang kadang keras kepala, tapi nggak pernah berhenti bangga punya Ayah sekuat, setegas, dan setulus Ayah.

Selamat Hari Ayah, ya.

Dari anak perempuan ayahh yang gengsian, tapi diam-diam…

selalu bawa nama Ayah di setiap doanya. 🤍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *